21 November 2013

Pertemuan Jenewa Diharapkan Sepakati Proposal Paket Bali

Rental Mobil Bali - Pemerintah berharap General Council Meeting WTO di Jenewa bisa menyepakati proposal Paket Bali sebelum tenggat 21 November 2013. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan hasil pertemuan tersebut akan menjadi materi utama yang dibahas dalam KOnferensi Tingkat Menteri WTO 2013 di Bali.

"Kalau perundinhgan di Jenewa nanti gagal, berarti aspirasi negara berkembang dan tidak berkembang belum bisa dipenuhi negara maju. Jika berhasil disepakati, kepentingan juga bisa terakomodasi." kata Gita kepada Wartawan Senin 18/11.

Paket Bali terdiri dari tiga isu, pertama isu pertanian yang menyangkut usulan G-33 mengenai public stockholding for food security. Isu tersebut penuh dinamika antara negara maju dan berkembang terkait dengan relaksasi pemberian subsidi bagi produsen pangan di negara berkembang. GIta mengungkapkan akhir-akhir ini pihak Amerika Serikat sudah memperlihatkan fleksibilitas terkait dengan solusi sementara yang ditawarkan selama solusi permanen belum dituntaskan. Permasalahnnya tinggal janka waktu yang berkisar antara 3 atau 4 tahun.

Kedua, Paket Least-Developed Countries (LDS's Package) untuk mengakomodasi kepentingan negara kurang berkembang agar memiliki kesempatan yang adil dalam perdagangan global. Beberapa elemen yang sedang dipertimbangkan untuk masuk ke dalam paket ini mencakup bebas tarif - bebas kuota (duty free quota free/ DFQF), ketentuan penerapan special and differensial provision, asistensi di sektor kapas dan penghapusan subsidi sektor kapas di negara maju.

Ketiga, fasilitas pedagangan (trade facilitation) yang mengundang komitmen negara maju untuk memberikan pengembangan kapasitas (capacity building).
"Sampai saat ini jumlah open bracket (draft proposal) sudah berkurang menjadi 96 poin dari awalnya 700 poin. Semoga bisa selesai dalam 1-2 hari ini."

Pihanya optimistis negosiasi dalam General Council bsia membawa angin segar bagi perdagangan multilateral dan berkontribusi bagi kelanjutan Putaran Doha yang berhenti 12 tahun tanpa kejelasan.

Direktur Jenderal Kerjasama Perdagangan Internasional Kementrian Perdagangan Iman Pambagyo mengungkapkan kemunduran tenggat waktu General COuncil Meeting WTP dari yang semula pada 11 November 2013 tersebut menunjukkan adanya harapan positif.
"Ketika ada satu isu yang bisa diselesaikan dalam perundingan tersebut, hal itu bisa menstimulasi isu lain untuk bisa terselesaikan. Stimulasi ini penting karena waktunya sudah sangat pendek," kata Iman.

Dia menuturkan waktu yang terbatas berisiko menjadikan isu yang dibahas general council hanya bisa terselesaikan dalam bentuk deklarasi politik atau pernyataan politik di Bali. Pihaknya berharap semua ekonomi anggota bisa segera menyetujui seluruh proposal dalam Paket Bali karena telah mencakup semua kepentingan.




Sumber Media Cetak : Bisnis Indonesia, 19 November 2013, Halaman 4